Ini Kata Pakar Geologi UGM soal Fenomena Tanah Bergerak di Sigi-Palu

Kuntadi
Ahli Geologi UGM Prof Subagyo Pramumijoyo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Kondisi itu diperparah dengan besarnya kekuatan magnitude gempa mencapai 7,4 SR yang mengguncang wilayah Palu dan Donggala. Wilayah ini memang menjadi titik pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Eurasia.

"Wilayah itu ada di zona benturan tiga lempeng besar dunia, jadi rawan terjadi gempa,” ucapnya.

Pergerakan dan pergeseran lempeng-lempeng ini yang mendorong pergerakan sesar geser Palu Koro sehingga mengakibatkan terjadinya gempa pada Jumat (28/9/2018). Sesar ini tergolong aktif karena pergerakannya mencapai 45 milimeter per tahun.

Subagyo menuturkan, sebenarnya gempa di Sulawesi ini mekanismenya sesar geser tidak menimbulkan perubahan volume air laut. Kemungkinan tsunami muncul karena adanya longsoran sedimen di bawah laut yang cukup besar dan muncul akibat pergeseran lempeng.

"Posisi Palu ada di ujung teluk yang sempit. Bentuk teluk yang menyempit ke daratan menjadikan gelombang tsunami mengarah ke Kota Palu,” tuturnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tanah Bergerak di Sukabumi Meluas, 101 Rumah Rusak dan 367 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

Tanah Bergerak di Sukabumi, Ratusan Warga Mengungsi 5 Hari Tinggalkan Rumah Rusak

57 tahun lalu

32 Rumah di Lebak Terancam Roboh akibat Pergeseran Tanah, Bangunan Retak

57 tahun lalu

Tanah Bergerak Terjang Sukabumi! 90 Rumah Rusak, 112 KK Mengungsi

57 tahun lalu

Tanah Bergerak di Tembalang Semarang Meluas, Kampung Sekip Terancam Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal