“Di rute ke tiga ini para peseda diajak menyusuri kampung wisata becak maju, kampung meseum pengeran Diponegoro, Karangwaru Riverside, dan kampung Jetis dimana di kampung tersebut ad ataman Robin,” katanya.
Sementara untuk rute empat jajah kampung 2 sepanjang 6,52 KM, mulai dari museum TNI menuju jalan Cikditiro, jalan Sagan, melewati embung langensari, taman bakung, dan finish di makam Wijayabrata. Dalam rute ini disuguhkan sejuknya suasana di embung langensari, taman bakung, dan aneka kuliner di kampung nglitren.
Sedangkan rute lima taman pintar sepanjang 6,17 Km. Rute ini dimulai dari Taman Pintar menuju jalan Sultan Agung, jalan Brigjen Katamso, jalan Sidokabul dan finish di Taman Pintar dua. Di rute ini para pesepeda diajak menyusuri kampung Prawirodirjan, Keparakan, Brontokusuman, dan kuliner yang ada di lapangan sidokabul.
Selain untuk meningkatkan perekonomian warga, bersepeda juga sangat baik untuk kesehatan dalam keadaan apa pun, terlebih di masa pandemi seperti sekarang.
"Sepeda menjadi salah satu gaya hidup sehat yang begitu populer saat ini. Sepeda adalah salah satu olahraga yang mengasikkan," katanya.
Namun demikian, dia mengingatkan dalam bersepeda masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, juga harus mematuhi rambu lalu lintas.
"Mulai dari kesiapan sepeda, menggunakan helm, memakai masker, menjaga jarak, tetap rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer sampai dengan mematuhi rambu lalu lintas, dan yang terpenting adalah terus memperbarui lokasi tujuan bersepeda," ucapnya.