GUNUNGKIDUL, iNews.id - Dua pemuda Gunungkidul diterima menjadi bintaraPolda DIY yang menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro, Imogiri, Bantul. Keduanya lahir dari keluarga sederhana yang jauh dari kemewahan.
Dani Triyanto merupakan anak seorang janda yang tinggal di Paliyan. Ibunya Ratikem bekerja sebagai petani. Sedangkan Dafit Dwi Dita Prabowo warga Playen merupakan putera pasangan Suprihatin dan Sudarmi yang bekerja sebagai pengepul barang bekas.
Menurut Ratikem, sejak kecil anaknya ingin menjadi anggota TNI atau Polri. Unuk itulah dia menyarankan agar belajar dan berolahraga.
Dani berlatih fisik dengan barbel di rumahnya. Setiap lari selalu membawa tas ransel yang diisi batu dan pasir. Dani juga berusaha keras menjaga fisiknya dengan melakukan push up di dalam rumah dan berbagai kegiatan fisik lainnya.
"Dua kali mendaftar TNI kemudian dua kali ikut seleksi Polri dan yang terakhir diterima. Alhamdulillah, tanpa uang sama sekali," katanya.
Dani Triyanto merupakan sosok anak yang bertanggung jawab. Ayahnya meninggal setelah jatuh dari pohon saat mencari pakan ternak dua tahun lalu. Sepulang sekolah Dani juga membantu ibunya di sawah dan mencari pakan ternak untuk kambing peliharaanya.
Sementara Dafit diterima menjadi polisi setelah mengikuti dua kali seleksi. Sebelumnya dia mengikuti pada ahun 2022 namun gagal.
Keseharian Dafit, diisi dengan membantu orang tua diladang, dan bekerja serabutan. Dia pernah mencari barang bekas, hingga berjualan burjo dan tenaga dekorasi pengantin.