Harga Kedelai Impor Melambung, Pengusaha Tempe di Bantul Kurangi Ukuran

Trisna Purwoko
Seorang perajin tempe di Bantul tengah memproduksi tempe di tengah kenaikan harga kedelai. (foto: iNews.id/Trisna Purwoko)

Sebelumnya harga kedelai di pasaran hanya Rp6.600 per kilogram. Namun sejak sebulan lalu, sudaH melambung menjadi Rp9.600 per kilogram. Kenaikan harga ini menjadikan beban perajin semakin berat. Selama masa pandemi Covid-19 mereka sudah kehilangan pelanggan karena banyak warung dan usaha catering yang tutup.   

Selain mengurangi berat dan ukuran, produksi tempe juga mengalami penurunan hingga 50 persen. Sebelumnya dalam sehari dia bisa menghabiskan 5 kuintal kedelai. Namun saat ini hanya 2 hingga 2,5 kuintal saja. 

“Kasihan karyawan kalau sampai tutup. Ini harga plastik juga mulai naik,” ujarnya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Tangerang Terpaksa Perkecil Ukuran Produk

57 tahun lalu

Harga Kedelai Naik Imbas Perang AS, Perajin Tempe di Jember Kelimpungan

57 tahun lalu

Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Karawang Rp1,99 Miliar, 7 Orang Jadi Tersangka

57 tahun lalu

Nasib Adibah dan Fathullah Pasutri di Bandung, Tinggal di Gerobak sejak Pandemi

57 tahun lalu

Atikoh Sebut Ganjar-Mahfud Akan Kembalikan Fungsi Bulog untuk Jaga Stabilitas Pangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal