Fitriana memaparkan rapid test dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Mulai dengan penerapan jaga jarak aman, memastikan penggunaan masker, pengecekan suhu tubuh, serta menjaga kebersihan dengan menyediakan hand sanitizer dan wastafel untuk cuci tangan.
Salah seorang pegawai, Argarina mengaku cemas mengikuti rapid test. Jika nanti reaktif, dia harus mengikuti tes swab dan menjalani isolasi mandiri.
“Ini pengalaman pertama, takut juga. Mudah-mudahan nonreaktif,” katanya.
Sebelumnya 20 karyawan Klinik Gadjah Mada Medical Center (GMC) UGM menjalani tes swab setelah salah satu karyawannya dinyatakan positif. Dari 20 karyawan ini hasilnya negatif dan sudah bisa kembali masuk kerja. Sedangkan karyawan yang positif masih menjalani karantina mandiri.