Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

Avirista Midaada
Ilustrasi perang Jawa antara Pangeran Diponegoro dengan Belanda. (istimewa).

Dalam banyak kasus, benteng-benteng itu bahkan ditinggalkan sebelum digunakan. Beberapa dihancurkan sendiri oleh rakyat karena mudah dibakar atau rapuh.

Dikutip dari buku Sejarah Nasional Indonesia IV, bangunan benteng ini menjadi beban finansial besar bagi Belanda. Infrastruktur jalan yang buruk dan logistik yang kacau membuat stelsel De Kock tidak berjalan efektif.

Benteng-benteng yang dibangun dengan bahan seadanya menjadi sasaran empuk serangan rakyat. Keunggulan medan dan taktik perlawanan membuat Belanda frustasi.

Sebaliknya, pasukan Diponegoro mampu menguasai logistik dan medan tempur berkat dukungan rakyat dan kondisi alam.

Pada tahun 1828-1829, Mataram menjadi pusat pertempuran sengit. Setelah keluar dari Pajang, Diponegoro mengonsentrasikan kekuatannya di wilayah tepi barat Sungai Progo dan timur Sungai Bogowonto.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisah Pangeran Diponegoro Lolos dari Kepungan Ribuan Pasukan Belanda di Perang Jawa

57 tahun lalu

Pameran NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro

57 tahun lalu

Viral Film AI Diponegoro Hero Siap Ramaikan HUT ke-80 RI, Cetak Sejarah Dunia!

57 tahun lalu

Mengenal Pusaka Sakti Pangeran Diponegoro, Keris Ki Ageng Bondoyudo dan Panah Sarutomo

57 tahun lalu

Mengenal Pangeran Diponegoro, Sang Pahlawan yang Kuasai Tafsir Alquran dan Tasawuf

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal