Petilasan berupa sendhang (kolam mata air) tempat Ki Gede Pamanahan biasa membersihkan diri masih dapat ditemukan. Pada masa pemerintahannya, Pangeran Adipati Mangkunegara VII membangunkan tembok mengelilingi petilasan tersebut atas prakarsa Poerbatjaraka.
Ki Ageng Pamanahan, dengan kebijaksanaan dan kepemimpinannya, meninggalkan warisan berharga bagi Dinasti Mataram Islam yang berlanjut dalam sejarah Pulau Jawa. Peringatan atas peran besar Ki Ageng Pamanahan menjadi kenangan akan kejayaan dan kebijaksanaan di masa lalu.