Candi Borobudur dibangun dengan arsitektur Buddha pada masa pemerintahan raja-raja Wangsa Sanjaya di tahun 780 Masehi. Proses pembangunan candi ini membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga selesai pada 830 Masehi di masa pemerintahan Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra.
Material yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur adalah balok batu andesit. Batu-batu tersebut disusun rapi tanpa perekat serta dilapisi dengan lapisan vajralepa, yakni plester putih kekuningan.
Di tahun 950 Masehi, candi ini terkubur oleh oleh lava letusan Gunung Merapi. Kemudian pada tahun 1814, Candi Borobudur ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles dan bisa dilihat saat ini di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Candi Buddha ini dibangun pada 824 Masehi atau masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Material yang digunakan untuk membangun candi ini adalah batu andesit di bagian luar dan bata di bagian dalam.
Bangunan candi yang berbentuk persegi panjang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kaki, tubuh serta atap. Sementara itu, terdapat 31 buah panel yang memuat relief cerita pada dasar tubuh candi dan berisi tentang ajaran moral dengan menggunakan tokoh binatang sebagai pemerannya.