Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Wilayah IV Tarutung, Tumanggor Lumbantoruan mengatakan pihaknya masih terus melakukan penelusuran terkait sosok pemangsa ternak warga. Dari hasil penelitian sementara, makhluk tersebut diketahui memiliki lima cakar.
"Dari hasil penelitian sementara berdasarkan jejak cakar yang tertancap, hewan tersebut diketahui memiliki lima cakar," kata Manigor, Senin (22/6/2020).
Namun saat ditanya terkait dengan sosok makhluk tersebut, dia mengatakan pihaknya masih belum mengetahuinya.
"Jenisnya belum bisa kita simpulkan sebelumnya makhluk tersebut bisa ditemukan," ucapnya.
Untuk memastikan mahluk tersebut, BBKSDA berencana memasang video trap dan perangkap yang lebih canggih. Namun hal tersebut akan dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah Desa dan Dinas Lingkungan Hidup setempat.
"Secepatnya kami akan pasang video trap dan perangkap," ujarnya.