Kondisi sosial masyarakat Kota Medan, tambah Saidiman, menunjukkan dorongan ke arah perubahan. Ini bisa dilihat dari evaluasi warga terhadap pelaksanaan pemerintah yang biasa-biasa saja.
Meski masa pandemi, lanjutnya, sekitar 79 persen dari total pemilih Kota Medan yang besar atau cukup besar kemungkinan datang ke TPS pada 9 Desember 2020. "Masih ada sekitar 36 persen warga Kota Medan yang menyatakan baru akan memastikan pilihan pada hari tenang atau bahkan pada hari pemilihan," katanya.
Selain SMRC, hari ini Sentral Institute juga merilis hasil survei mereka untuk Pilkada Medan 2020. Dari survei terhadap 800 responden yang tersebar di 21 kecamatan yang ada di Medan itu, paslon nomor urut 2, Bobby-Aulia dinyatakan unggul dengan elektabilitas mencapai 40,5 persen.
Sedangkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 1 Akhyar-Salman, hanya 31, 3 persen. Sementara sisanya 28,2 persen belum menentukan pilihan.