Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas juga menemukan barang yang diduga ekstasi di lantai serta dalam botol air mineral di atas meja.
Ketegangan terjadi saat petugas membawa puluhan orang yang dinyatakan positif narkoba dari lokasi.
"Tim gabungan segera membawa mereka tetapi ketika keluar namun ada orang memprovokasi, terutama pemilik tempat hiburan bersama keluarga dan pengurus tempat hiburan itu. Akhirnya kendaraan yang hendak kembali diadang ratusan orang," ucapnya.
Situasi semakin memanas ketika massa mulai mengadang hingga melempari kendaraan petugas.
Brigjen Tatar menyebut, kericuhan dipicu provokasi dari pihak tertentu saat petugas masih berada di lokasi.
"Dalihnya menanyakan surat perintah tugas, padahal di dalam sudah ditunjukkan. Tapi di luar karena diprovokasi terjadi anarkisme. Dari kejadian itu empat orang ditahan, awalnya enam orang diamankan," ujarnya.
Dia juga menyebut adanya dugaan keterlibatan dua oknum yang memicu massa untuk melakukan tindakan penyerangan. Sementara itu, Satreskrim Polrestabes Medan bersama BNNK Deliserdang masih mengejar terhadap pelaku lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).