Dia menjelaskan, saat mangsanya masih kategori ternak ayam atau bebek, kemungkinan pemangsa jenis musang yang dimungkinkan sebagai dalang utama. Namun ketika mangsanya yakni ternak babi yang memiliki bobot berat hingga puluhan kilo, jenis beruang dimungkinkan sebagai pemangsanya.
Manigor mengakui masih terdapat kendala teknis dalam menyimpulkan identifikasi makhluk pemangsa tersebut. Karena sejumlah jejak yang ditinggalkan sudah mulai kabur. Dalam penyelidikan ini, mereka bahkan sampai menurunkan Tim Scorpion Fondation Indonesia dari Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, serta Tim Orang Utan Information Center (OIC) dari Sipirok, Tapanuli Selatan.
Untuk mengatasi kesulitan identifikasi secara manual, maka akan diturunkan alat video trap dan perangkap lebih canggih. Dan ini membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah desa dan dinas lingkungan hidup setempat.
"Jadi kesimpulan sementara, pemangsa ini bukan binatang malam yang hanya beraksi pada malam hari saja," katanya.
Sebelumnya, warga Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara dihebohkan dengan kematian ratusan ternak mereka. Ratusan ternak ini diduga mati karena dibunuh sesosok makhluk misterius yang belum diketahui jenisnya. Ternak ini dimangsa namun tidak dimakan dan hanya diisap darahnya.