Dikatakan Wahid, penggunaan dana darurat bencana Covid-19 selain untuk peralatan dan belanja habis pakai dapat dipergunakan untuk membangun infrastruktur yang dipergunakan menangani dampak wabah Covid-19.
Meski begitu Kadis Kesehatan mengakui baru Rp1,5 miliar yang dibayarkan kepada pelaksana. Wahid mengungkapkan mengevaluasi pembangunan infrastruktur di RSUD Batu Bara. Untuk sementara tidak ada penambahan pembuatan infrastruktur baru hingga selesai evaluasi.
"Ini kita lakukan untuk mencegah biaya pembangunan yang terlalu besar sehingga (berpotensi) tidak dapat ditanggulangi pendanaannya," ucapnya.