MEDAN, iNews.id - Kaum disabilitas khususnya para penyandang tunanetra yang tinggal di Kota Medan, Sumatera Utara kehilangan pendapatan selama masa pandemi Covid-19. Mereka yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat, kini tidak lagi mendapatkan orderan.
Tentunya hal ini berdampak pada perekonomian para penyandang tunanetra karena kehilangan mata pencaharian. Cerita sedih ini terungkap dari pengakuan Alexander (45) seorang tukang pijat tunanetra.
Dalam curahan hatinya, Alexander mengatakan jika mereka saat ini tidak dapat berbuat banyak dalam kondisi pandemi corona. Dia berharap, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para penyandang disabilitas di situasi seperti ini.
"Harapan saya kepada pemerintah lebih memperhatikan kami kaum disabilitas pada umumnya. Khususnya berkaitan dengan kesejahteraan sosial kami yang saat ini kehilangan pekerjaan karena corona," kata Alexander di kawasan Danau Singkarak, Medan, Selasa (28/4/2020).
Alexander selama ini memang membuka lokasi pijat di Danau Singkarak. Namun dia harus menerima keputusan pemerintah yang menutup tempat usahanya. Hal dilakukan sekaligus untuk membantu pemerintah menahan laju penyebaran Covid-19. Kondisi sulit ini semakin diperparah karena dia tidak tahu pekerjaan lain selain menjadi tukang pijat.