Sebanyak 12 orang dokter lain yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona yakni, dokter Sabar Tuah Barus, dokter Ahmad Rasyidi, dr Ucok Martin SpP, dr Irsan Nofi Hardi Nara Lubis SpS, dr Anna Mari Ulina Bukit, dr Aldreyn Asman Aboet SpAN, KIC, dan juga dr Andika Kesuma Putra, SpP (K).
Kemudian, empat orang dokter lainnya yang meninggal karena Covid-19, yakni dr Herwanto SpB dari IDI Kisaran, dr Maya Norismal Pasaribu dari IDI Labuhanbatu Utara, dr M Hatta Lubis SpPD dari IDI Padangsidimpuan, dan dr H Muhammad Arifin Sinaga MAP dari IDI Langkat.
Di sisi lain, Whiko menyebutkan, angka kesembuhan penderita Covid-19 di Sumut sampai 13 Agustus 2020 meningkat menjadi 42,95 persen, dibanding akhir tahap I penanggulangan Covid-19 Sumut yang hanya 26,11 persen. Demikian pula angka kematian per 9 Agustus 2020, menurun menjadi 4,67 persen, dibandingkan akhir tahap I penanggulangan covid-19 Sumut sebesar 5,93 persen.
"Angka angka ini menunjukkan kemajuan dalam penanggulangan Covid-19 di Sumut dan menjadi motivasi kita untuk terus konsisten berjuang menanggulangi pandemi Covid-19. Untuk menekan jumlah petugas kesehatan maupun masyarakat terpapar Covid-19, marilah kita semua mendukung perjuangan para petugas kesehatan kita dengan tidak menambah penderita baru Covid-19 di Sumut," katanya.
Menurutnya, peranan masyarakat akan meringankan beban kerja tenaga medis dalam merawat penderita Covid-19. Bila seluruh masyarakat melaksanakan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19, maka bisa menuntaskan pandemi Covid-19 di daerah ini. Caranya dengan disiplin menggunakan masker, jaga jarak interaksi 2 meter, rajin mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir, serta menghindari dari kerumunan orang banyak.