Jadi Klaster Terbesar Penyebaran Covid-19, RS Haji Medan Terancam Ditutup
Menurutnya, tim dari Dinas Kesehatan Sumut sudah melakukan peninjauan ke RS Haji Medan. Setelah melakukan kunjungan itu, pihaknya meminta pihak rumah sakit untuk memberikan laporan atas kasus penyebaran Covid-19 di rumah sakit tersebut. Termasuk langkah yang akan diambil untuk mengantisipasi dampak terburuk.
"Mereka sudah memberikan laporan melalui surat resmi atas penanganan dan peristiwa yang sedang terjadi. Namun, laporan yang mereka berikan tidak menjawab persoalan. Jika penyebaran dan penularan virus semakin buruk maka tidak tertutup kemungkinan dibuat keputusan menutup sementara rumah sakit itu," katanya.
Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Whiko Irwan menyampaikan, 30 orang tenaga medis di RS Haji Medan, yang terpapar virus corona tersebut, sudah masuk dalam jumlah 348 orang tenaga medis di Sumut yang dinyatakan positif Covid-19. Sebanyak 12 orang di antaranya merupakan dokter yang meninggal dunia.
"Jumlah 348 orang tenaga medis itu juga bagian dari kasus 5.358 orang yang dinyatakan positif Covid-19, sampai Kamis malam kemarin. Berdasarkan jumlah itu, sebanyak 2.336 orang dinyatakan sembuh dan 237 orang meninggal dunia. Untuk spesimen yang sudah diambil 28.255 orang. Jumlah kasus positif ini dipastikan bertambah karena testing, tracing, dan treatment (3T) secara masif," katanya.
Adapun rincian 348 orang tenaga medis yang terpapar virus corona itu meliputi, 40 orang dokter spesialis, 13 orang peserta pendidikan dokter spesialis (PPDS), 29 orang dokter umum, 207 orang perawat, 29 orang bidan dan 30 orang analis di laboratorium. Sebagian dari mereka yang terpapar sudah sembuh.