MEDAN, iNews.id - Rumah Sakit (RS) Haji di Jalan Williem Iskandar Medan dinilai menjadi klaster terbesar dalam penyebaran Covid-19 di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Tercatat, ada 30 orang tenaga medis yang sudah terpapar. Dua orang di antaranya, yakni dokter Aldreyn Asman dan seorang perawat Rasyidah Ulfah, dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, jumlah tenaga medis yang terpapar virus corona ini belum termasuk pasien maupun keluarga pasien yang tertular dari klaster Covid-19 di RS Haji Medan. Potensi pasien dan pengunjung tertular virus corona dari klaster ini memungkinkan terjadi.
"Kami sudah memberikan berbagai saran dan masukan atas kasus Covid-19 yang sedang terjadi di rumah sakit milik pemerintah ini. Termasuk meminta pihak rumah sakit untuk mengevaluasi sistem kerja tenaga medis, dan bentuk pelayanan yang diberikan kepada pasien maupun pengunjung," ujar Alwi Mujahit Hasibuan, Jumat (14/8/2020).
Alwi Mujahit menyebutkan, standar operasional prosedur (SOP) di rumah sakit itu pun harus ditingkatkan sehingga penyebaran virus tidak semakin meluas. Selain itu, pihak rumah sakit sudah dapat mengambil sejumlah langkah dan kebijakan dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona, termasuk kelemahan yang menimbulkan klaster.
"Kita tidak mau melakukan intervensi atas kasus baru Covid-19 yang terjadi di RS Haji Medan. Namun, kita sudah memberikan saran untuk dipertimbangkan, apakah perlu dilakukan langkah penutupan sementara atau hanya penutupan sebagian. Keputusan ini dapat diambil bila sudah diketahui tingkat penyebaran virus corona," katanya.