Bayuh mengatakan, penurunan jumlah penerbangan dan intensitas penerbangan ini membuat Bandara Kualanamu tampak lebih sepi dibandingkan sebelumnya. Tak hanya itu, kenaikan tarif penerbangan dan penerapan tarif bagasi berbayar saat ini juga menyebabkan kerugian pada pengelolaan bandara.
“Namun demikian, kami akan mencoba beberapa upaya-upaya untuk memperbaiki peningkatan jumlah penumpang ataupun traffic penerbangan,” kata Bayuh.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh pengelola bandara, menggelar pertemuan dengan pihak penyedia jasa penerbangan. Selain itu, menyelenggarakan event seperti travel fair. “Diharapkan melalui travel fair ini, airlines dapat memberikan insentif berupa harga tiket murah, yang diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat,” kata Bayuh.
Berdasarkan pantauan iNews, Bandara Kualanamu pada Rabu (13/2/2019) memang tampak sepi dari aktivitas penumpang. Kondisi ini terlihat mulai dari di kawasan konter check in penumpang di sejumlah maskapai penerbangan. Tak hanya itu, sejumlah gerai makanan maupun oleh-oleh yang ada di Bandara Kualanamu juga tampak sepi.