MEDAN, iNews.id – Harga tiket yang mahal dan pemberlakuan bagasi berbayar oleh maskapai penerbangan, berdampak pada penurunan jumlah penumpang pesawat terbang di Bandara Internasional Kualanamu. Suasana bandara di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) ini pun terlihat sepi dari biasanya.
Tak tanggung-tanggung, pengurangan jumlah penumpang mencapai 20 persen dibandingkan dengan data yang sama pada tahun 2018. Data dari Bandara Kualanamu, Pada medio Januari 2018, jumlah penumpang di Bandara Kualanamu mencapai 950.000 penumpang. Sedangkan pada Januari 2019, jumlah penumpang yang menggunakan Bandara Kualanamu hanya mencapai 700.600 penumpang.
“Jadi ada pengurangan mencapai 150.000 penumpang,” ujar Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura (AP) II Kantor Cabang Bandara Internasional Kualanamu, Bayuh Iswantoro di Medan, Rabu (13/2/2019).
Pengurangan jumlah penumpang ini, menurut Bayuh, juga berimbas pada intensitas penerbangan di Bandara Kualanamu. Pada medio Januari 2018, jumlah penerbangan mencapai 7.336 penerbangan. Sementara pada bulan Januari tahun ini, menurun menjadi 5.620 penerbangan saja.
“Jumlah penerbangan di Bandara Kualanamu berkurang mencapai 1.734 dari penerbangan sebelumnya. Ini juga dipengaruhi dengan pengenaan tarif bagasi berbayar,” kata Bayuh.