Massa pelajar awalnya menyanyikan lagu-lagu perjuangan di depan Gedung Kantor DPRD Sumut. Namun ditengarai tak jelas apa yang menjadi tuntutan mereka dalam demo tersebut.
Aparat kemudian membubarkan mereka. Namun para pelajar melawan dengan melempari petugas menggunakan botol mineral dan batu hingga terjadi kericuhan. Untuk menahan aksi anarkistis pelajar, polisi menurunkan satu unit mobil watercanon.
Petugas juga mengamankan sejumlah pelajar yang diduga memprovokasi rekan-rekannya hingga terjadi aksi kejar-kejaran.
Seorang pelajar yang mengaku bernama Heru kedapatan membawa senjata tajam jenis parang di dalam tasnya. Namun dia membantah sebagai pemiliknya. Sajam tersebut milik rekannya yang dititipkan dalam tasnya.
"Ini punya kawan aku. Aku diminta simpan di dalam tas," katanya.