Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter
Advertisement . Scroll to see content

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Siang Ini, Semburkan Abu Vulkanik 1.500 Meter

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:36:00 WIB
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Siang Ini, Semburkan Abu Vulkanik 1.500 Meter
Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dengan kolom abu mencapai 1.500 meter, Minggu (19/7/2026). (Foto: PVMBG)
Advertisement . Scroll to see content

FLORES TIMUR, iNews.idGunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi hebat dengan memuntahkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.500 meter di atas puncak, Minggu (19/7/2026) siang pukul 13.20 WITA. 

Erupsi ini disertai suara gemuruh yang menggelegar dan memicu terjadinya hujan abu vulkanik bercampur pasir serta kerikil di sejumlah desa di lereng gunung.  

Berdasarkan data resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki, tinggi kolom abu yang teramati mencapai kurang lebih 1.500 meter di atas permukaan laut.  

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara, barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 29.6 mm dan durasi 364 detik. 

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih tertahan kokoh pada Status Level III (Siaga). 

"Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Minggu, 17 Juli 2026 dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.500 m di atas puncak (± 3084 m di atas permukaan laut)," tulis PVMBG.

Kosongkan Radius 5 Kilometer

Merespons bahaya laten letusan, petugas pos pengamatan bersama pemerintah daerah mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat di sekitar kaki gunung, pengunjung, maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. 

"Kami minta masyarakat tetap tenang dan mengikuti seluruh arahan resmi dari pemerintah daerah. Selain itu, warga yang terdampak hujan abu wajib memakai masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya infeksi saluran pernapasan (ISPA)," tulis petugas dalam laporan resminya. 

Selain ancaman material vulkanik dari udara, masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai juga diminta bersiaga penuh terhadap ancaman sekunder, yakni potensi banjir lahar hujan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut