MEDAN, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa perekonomian Sumatera Utara pada triwulan II-2020 mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif sebesar minus 2,37 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019. Kondisi itu terjadi dampak dari pandemic Covid-19.
"Pandemi Covid-19 mengganggu perekonomian Sumut dan juga nasional, " ujar Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sumut, Taulina Anggarani, Rabu (5/8/2020).
Taulina memaparkan, meski tumbuh minus, namun masih lebih baik dibandingkan nasional yang pertumbuhannya minus 5,32 persen. Dibandingkan triwulan I 2020, pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan II minus 4,75 persen.
Dia juga menyebutkan, jika dilihat berdasarkan 10 lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi secara y-o-y dicapai beberapa lapangan usaha seperti informasi dan komunikasi sebesar 5,42 persen. Kemudian, administrasi pemerintahan yang tumbuh sebesar 3,09 persen, dan sektor pertanian yang bertumbuh 1,42 persen.
Sedangkan lapangan usaha lainnya yang terpuruk antara lain transportasi pergudangan yang terpukul cukup dalam hingga minus 20,32 persen, disusul akomodasi dan makan minum yang tumbuh negatif 14,77 persen.