Dampak Covid-19, Ekonomi Sumut Minus 2,37 Persen

Antara
Perekonomian Sumut triwulan kedua tahun ini minus 2,7 persen akibat pandemi Covid-19. (Foto: istimewa)

"Jika dilihat berdasarkan sisi pengeluaran, maka perekonomian Sumut hanya tertolong dengan konsumsi pemerintah, walau hanya bertumbuh 1,54 persen," katanya.

Taulina mengungkapkan, belanja pemerintah bertumbuh cukup besar atau 20,52 persen yang didorong besarnya belanja bantuan sosial di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang negatif itu sudah diprediksi sejak awal karena dampak Covid-19.

BI, katanya, memprediksi pertumbuhan ekonomi Sumut pada 2020 jauh lebih rendah dari proyeksi sebelumnya atau berada pada kisaran minus 0,4 persen sampai 0 persen secara y-o-y dalam skenario sangat berat.

Pertumbuhan ekonomi dalam skenario yang sangat berat itu dengan asumsi penurunan PDB dunia dan harga komoditas yang jauh lebih dalam dari sebelumnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kredit Perumahan Tersendat, Perindo Bali Desak Evaluasi Kebijakan Perbankan

57 tahun lalu

Pacu Ekonomi Maluku, Korwil Partai Perindo Dody Toisuta Minta Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

57 tahun lalu

Kadin Siap Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Pemerintahan Prabowo–Gibran

57 tahun lalu

Ekonomi Jabar 2024 Diprediksi Tumbuh 5,7 Persen, Bank Indonesia Rekomendasikan 7 Catatan

57 tahun lalu

Ekonomi Jabar Triwulan III/2023 Tumbuh 4,57 Persen, Ditopang Konsumsi Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal