Kalimat majemuk jenis ini memiliki konjungsi yang menyatakan hubungan perlawanan, seperti meskipun, walaupun, kapanpun, biarpun, dan lain-lain. Contohnya:
Meskipun Arka sekarang sendirian, dirinya tidak pernah merasa kesepian.
Upayanya sudah gagal, meskipun ia sudah bekerja sekeras mungkin.
Ibu selalu siap kapanpun ayah membutuhkan bantuan.
Kalimat ini didukung dengan konjungsi yang menyatakan sangkalan, seperti seakan-akan, seolah-olah, dan lain-lain. Contoh:
Terkadang orang yang berbicara menyakitkan itu seolah-olah hanya dirinyalah yang paling benar.
Juki bertengkar dengan temannya seakan-akan semua amarahnya dilepaskan.
Iqbal memakan semua makanan di meja, seakan-akan ia belum makan selama tiga hari.
Kalimat jenis ini menjelaskan mengenai hubungan sebab dari induk kalimat. Biasanya kalimat ini menggunakan kata penghubung sebab, karena, oleh karena, dan lain-lain. Contohnya: