Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang memiliki anak kalimat (kalimat yang bergantung pada kalimat lainnya) dan induk kalimat (kalimat yang tidak bergantung pada kalimat manapun). Kalimat majemuk bertingkat juga kerap disebut sebagai kalimat kompleks.
Konjungsi yang dipakai pada kalimat majemuk bertingkat adalah konjungsi yang tidak setara, seperti meskipun, walaupun, supaya, agar, karena, sehingga, sebab, maka, ketika, apabila, bahwa, dan sebagainya. Berikut ini adalah jenis-jenis dan contohnya:
Antara anak kalimat dan induk kalimat biasanya dihubungkan dengan konjungsi yang menandakan waktu, seperti ketika, saat, sejak, sebelum, sesudah, sampai, saat, dan lain-lain. Contohnya:
Sohim pergi nongkrong, ketika Alya berkunjung ke rumahnya.
Amri berkunjung ke rumah Budi sampai ayah Alya pulang dari kantor.
Saat Ratih pulang dari kantor, ayahnya belum ada di rumah.
Pada kalimat jenis ini, anak kalimat dan induk kalimat dihubungkan oleh konjungsi syarat yang menjelaskan suatu kondisi harus dipenuhi oleh kondisi lain. Konjungsi yang dimaksud, antara lain apabila, jika, seandainya, asalkan. Contohnya: