Dia mengungkapkan, anaknya Sifah juga berada di tempat kerja istrinya yang terbakar. Saat pulang sekolah, Sifah langsung ke tempat ibunya bekerja karena rumah dalam keadaan sepi.
“Anak saya baru mau masuk kelas lima SD. Dia ikut ke tempat mamanya setelah pulang sekolah,” katanya.
Sofian menuturkan, dia membawa kartu keluarga dan foto dari istri serta anaknya jika dibutuhkan untuk mengenali korban. Selain itu juga kerabat dari istrinya juga telah datang ke RS untuk membantu proses identifikasi.
“Saya bawa KK dan foto. Ada juga adik kandung istri saya untuk pencocokan DNA jika dibutuhkan,” tuturnya.
Diketahui, kobaran api melalap bangunan rumah yang dijadikan pabrik peracikan korek api gas sekitar pukul 12.15 WIB. Hingga saat ini, dilaporkan ada 30 korban jiwa. Ditengarai istri dan anak Sopian menjadi salah satu di antara ke-30 korban tersebut.