Fadil menceritakan, selain Andika, Novri juga ketagihan makan sabun. Bahkan, yang awalnya mengajak Andika makan sabun yakni kakanya Novri.
Dalam keseharian, Novri meski masih di bawah umur bekerja sebagai tukang cuci. Saat bekerja, dia kerap mengajak Andika untuk menemaninya. Diduga untuk mengganjal rasa lapar, mereka pun memakan sabun cucian.
"Sisa sabun cuci pakaian itu yang mereka makan," ucapnya.
Ironisnya, kedua bocah ini ketagihan makan sabun. Mereka rutin mengonsumsi sabun sejak setahun silam hingga akhirnya Andika sakit.
Pemerintah kecamatan setempat kemudian membawa Andika ke Puskesmas agar mendapat penanganan medis. Semua biaya pengobatan sepenuhnya gratis.
“Semua biaya ditanggung pemerintah. Saat ini, anak ketiga dari tiga bersaudara itu akan rutin menjalani pengobatan meski tidak dirawat inap," katanya.
Fadil mengungkapkan, selain membantu Andika, juga telah mengusulkan Novri dan adiknya Julianti sebagai penerima bantuan beasiswa bagi warga miskin di sekolah mereka.
"Kami sedang berkoordinasi dengan sekolah agar keduanya bisa dapat BSM," ujar Camat.