Humas Bandara Internasional Kualanamu, Yuliana Balqis mengatakan, otoritas bandara masih berupaya menelusuri penyebab pesawat Batik Air yang mendarat darurat.
"Benar ada pendaratan darurat pesawat Batir Air, tapi kami belum mendapatkan informasi yang jelas terkait penyebabnya," katanya.
Pesawat dengan kode registrasi PK-LEL tersebut sebelumnya berangkat dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar menuju ke Jakarta.
Balqis mengaku masih terus berupaya melakukan komunikasi dengan pihak terkait, terhadap peristiwa pendaratan darurat tersebut.
“Otoritas Bandara Kualanamu juga masih belum menerima informasinya dengan jelas, terhadap peristiwa ini,” kata Balqis.