Ada 122 narapidana yang tinggal di Blok C, jauh lebih banyak dari kapasitas 40 orang.
Menurut BBC, beberapa warga asing, termasuk narapidana dari Portugal dan Afrika Selatan, termasuk di antara para korban.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Yasonna Laoly mengatakan dalam konferensi pers bahwa kedutaan masing-masing negara telah diberitahu.
Laoly menambahkan beberapa kamar di blok penjara telah dikunci dan tidak dapat dibuka saat api menyebar.
Blok itu menampung narapidana yang ditahan karena pelanggaran terkait narkoba. Satu korban dilaporkan sebagai terpidana pembunuhan, satu lagi dinyatakan bersalah atas terorisme, dan sisanya dipenjara karena kejahatan yang melibatkan narkoba.