Pria diduga preman tersebut terus memprovokasi agar dipukul duluan, namun Muhammad Basri tetap tenang. "Aku dewekan hari ini, dak tahu besok. Tunggulah besok. Ayo duel pakai senjato. Kalau aku kalah duel potong kontxx aku (Ayo duel, aku sendirian hari ini, tidak tahu besok. Tunggulah besok. Ayo duel pakai senjata, kalau aku kalah potong kontxx aku)," ucap pria itu.
Sebelum didatangi pria bertato dan dihina, ternyata rumah kades dirusak sejumlah orang tak dikenal. Kaca pintu dan jendela pecah.
Tidak terima rekannya dihina dan ditantang, Forum Kades Sumsel langsung menggelar rapat dan mengambil sikap akan melapor ke Polda Sumsel. "Kami akan ke Polda Sumsel untuk membuat laporan, pria bernama Erwin Mikel itu telah menghina kades," kata Ketua Forum Kades Sumsel, Ambol Tuo, Selasa (9/5/2023).
Permasalahan ini terkait sengketa tanah seluas 300 hektare di Desa Perambahan Baru. Menurut warga, objek yang disengkatakan merupakan lahan transmigrasi untuk masyarakat. Kasus lahan ini sudah berlangsung lama, namun tidak kunjung selesai. Padahal, desa tersebut merupakan bagian dari wilayah transmigrasi.
Sebagai kepala desa, Muhammad Basri berusaha untuk mengembalikan lahan kepada warga transmigrasi agar dapat kembali digarap. Namun usaha Muhammad Basri awalnya mendapatkan sanggahan dari perusahaan perkebunan sawit yang merasa telah membeli dan memiliki lahan. Kemudian pada 2020, rumah Muhammad Basri didatangi beberrapa orang dan dirusak. Lalu pada 2023, Muhammas Basri didatangi pria bertato dan diancam untuk duel.