"Ketika jalan berlobang, rata rata secara naluri menghindar, ketika menghindar dua kemungkinan terjadi yaitu masuk siring atau tabrakan," katanya.
Devi mengungkapkan pemerintah daerah bersama aparat kepolisian juga telah melakukan penambalan jalan di sejumlah titik rusak. Namun kondisi jalan nasional tersebut masih banyak yang berlubang.
"Jalan berlobang sudah ada yang kita tempel. Mengingatkan kecepatan dan hati hati. Kapolres juga sama gerakan nambal, namun tidak semua bisa ditambal dan masih banyak bolong bolong kecil," ucapnya.
Dia menyebut pihaknya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan Balai Saker terkait kondisi jalan rusak tersebut. Namun keterbatasan anggaran membuat penanganan belum maksimal.
"Jalan lintas di Muratara ini kalau licin dan bagus semua, kecelakaan tambah banyak, kalau lobang kecil sama, kecelakaan banyak, belum lagi hewan liar. Kami juga terus mengingatkan pengendara yang masuk wilayah Muratara hati-hati jalan jelek. Kecepatan maksimum 60 km per jam saja dan tetap waspada," katanya.