Terdampak Pandemi, 78.000 Perempuan di Negara Ini Jadi Janda

Anton Suhartono
Puluhan ribu kasus perceraian terjadi di Malaysia selama pandemi. (Foto: Ilustrasi/Ist)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Hampir 78.000 pasangan suami istri di Malaysiabercerai selama pandemi menghantam. 66.000 ribu lebih di antaranya pasangan muslim.

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob didominasi alasan ekonomi. Dia mengakui pandemi yang memicu penerapan pembatasan termasuk lockdown memberikan tekanan pada pasutri serta keluarga mereka.

“Krisis Covid-19 membuat pemerintah menerapkan MCO (perintah kendali pergerakan) sejak Maret tahun lalu, dan masyarakat, terutama kalangan berisiko, disarankan untuk tinggal di rumah demi memprioritaskan kesehatan dan nyawa mereka. Hidup di bawah new normal terlihat berdampak pada beberapa aspek kehidupan, terutama institusi keluarga," kata Ismail.

Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nasional melakukan survei berjudul 'Beban dan Tantangan Dihadapi Orangtua Menghadapi Gelombang Baru Pandemi Covid-19' tahun ini guna mengukur dampak pada pasutri.

Survei tersebut melibatkan 1.148 pasutri yang memiliki anak berusia 7 hingga 24 tahun, dilakukan antara 5 hingga 14 Maret.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisah Asmara Titien Sumarni Artis Tercantik Era 1950-an, Menikah Muda dengan Paman, Bercerai dan Berganti-ganti Pasangan

57 tahun lalu

Perjalanan Asmara Dewi Yull, Usai Bercerai Kini Hidup Bahagia dengan Sahabat Lama

57 tahun lalu

Larissa Chou Curhat Bagaimana Merawat Anak Seorang Diri Usai Bercerai, Netizen Beri Semangat

57 tahun lalu

Orang Terkaya Keempat Dunia Bill Gates Resmi Bercerai

57 tahun lalu

Miris, Pandemi Covid-19 Bikin Ratusan Pasutri di Bali Bercerai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal