Terdampak Pandemi, 78.000 Perempuan di Negara Ini Jadi Janda

Anton Suhartono
Puluhan ribu kasus perceraian terjadi di Malaysia selama pandemi. (Foto: Ilustrasi/Ist)

“Menurut survei, 80 persen responden mulai merasakan impitan, baik secara ekonomi maupun kesehatan mental, selama gelombang ketiga pandemi dan setelah penerapan perintah kendali pergerakan (MCO 2.0),” ujarnya.

Pada aspek ekonomi keluarga, 28 persen responden mengatakan kondisi keuangan keluarga memburuk dibandingkan dengan gelombang Covid-19 dan penerapan MCO sebelumnya.

Survei tersebut juga mengungkap, 84,1 persen responden menderita tekanan emosional seperti cemas, gugup, dan khawatir selama gelombang ketiga wabah dan penerapan MCO kedua. 

Disebutkan pula, 63 persen pasutri menderita depresi dan efeknya mengakibatkan 20,4 persen orangtua sulit mengendalikan emosi.

“Diikuti dengan sulit tidur (16,8 persen) atau sakit kepala terus-menerus dan sakit perut (15,8 persen),” kata Ismail.

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menyebut hampir 78.000 pasutri di negara itu bercerai selama pandemi Covid-19 atau sejak Maret 2020 hingga Agustus 2021.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisah Asmara Titien Sumarni Artis Tercantik Era 1950-an, Menikah Muda dengan Paman, Bercerai dan Berganti-ganti Pasangan

57 tahun lalu

Perjalanan Asmara Dewi Yull, Usai Bercerai Kini Hidup Bahagia dengan Sahabat Lama

57 tahun lalu

Larissa Chou Curhat Bagaimana Merawat Anak Seorang Diri Usai Bercerai, Netizen Beri Semangat

57 tahun lalu

Orang Terkaya Keempat Dunia Bill Gates Resmi Bercerai

57 tahun lalu

Miris, Pandemi Covid-19 Bikin Ratusan Pasutri di Bali Bercerai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal