Tangis Pilu Orang Tua Santri Tewas Dianiaya, Tiap Hari Ziarah dan Pandangi Kasur dari Gontor

Firdaus
Soimah dan suaminya ziarah ke makam anaknya Albar Mahdi, santri yang meninggal karena dianiaya. (Foto: Firdaus)

Soaimah dan Rusdi terus memandangi foto anak pertamanya yang biasa dipanggil AAK. Almarhum Albar Mahdi lahir 2005, sejak kecil bercita-cita menuntut ilmi di pondok pesantren. 

Setelah taman sekolah dasar, Albar masuk Pondok Pesantren Aulia Cendekia di Kota Palembang hingga menyelesaikan Madrasah Tsanawiyah atau setingkat SMP. Selama di Ponpes Aulia Cendekian, almarhum merupakan santri yang banyak mengoleksi piala dan piagam. 

Albar Mahdi kemudian lulus dan melanjutkan pendidikan ke Ponpes Gontor 4 di Banyuwangi. Karena dianggap berprestasi, setahun kemudian Albar Mahdi dipindahkan ke Ponpes Gontor 1 atau Pondok Modern Darussalam Gontor. Di sana Albar Mahdi melanjutkan kelas 2 dan terakhir kelas 3 atau kelas 5i.

"Rencana kami, anak kami ini mengabdi di salah satu pondok pesantren di Sumsel, namun korban berencana memilih mengabdi di pondok pesantren di Magelang," tutur Soimah. 

Kini barang milik almargum yang menjadi pengobat rindu orang tua dan kedua adiknya. Salah satunya pakaian dan kasur tempat tidur Albar Mahdi di Gontor yang diserahkan pihak pondok pesantren.  

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Getaran Gempa Magnitudo 5,1 di Kaur Dirasakan hingga OKU Sumsel

57 tahun lalu

KPK Usut Kasus Baru di Sumsel Diduga terkait BUMD Pemprov 

57 tahun lalu

Terungkap, 149 Gay di Sumsel Positif HIV/AIDS Sepanjang 2022

57 tahun lalu

PUPR Siapkan Anggaran untuk Lanjutkan Bendungan Tiga Dihaji Sumsel

57 tahun lalu

Ratusan Warga Sumsel Positif HIV/AIDS, Dinkes: Hindari Perilaku LGBT

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal