"Untuk gelombang pertama akan dilatih 500 orang, sampai nanti akan ada lima gelombang. Pelatihannya dilaksanakan secara daring dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto," katanya.
Dalam pelatihan tersebut, lanjut Yusri, tidak ada praktik menyuntikkan vaksin. Sebab yang dilatih memang sudah terbiasa melakukan pekerjaan tersebut. Sehingga pelatihan tersebut dilakukan sebagai bentuk penguatan saja.
"Vaksin akan didistribusikan ke empat Kabupaten/Kota tersebut setelah adanya EUA dan fatwal halal maka Kabupaten/Kota akan dihubungi untuk mengambil vaksin," katanya.