Sepi Pembeli, Penjualan Pernak-Pernik Imlek Turun 50 Persen

Dede Febriansyah
Penjualan pernak-pernik Imlek di Palembang belum normal karena pandemi Covid-19. (Foto: Dede F)

PALEMBANG, iNews.id - Penjualan pernak-pernikImlek di Kota Palembang masih mengalami penurunan hingga 50 persen akibat pandemi Covid-19. Namun begitu, Imlek tahun ini sedikit lebih baik, karena dua tahun sebelumnya turun hingga di atas 70 persen. 

"Sampai sekarang masih sepi pembeli, padahal besok sudah Imlek. Tapi kalau dibandingkan beberapa tahun yang lalu saat awal Covid- 19, pelan-pelan ada sedikit perubahan," ujar Lusia, pemilik Toko Cahaya Rezeky Palembang, Senin (31/1/2022).

Lusia menyebutkan penjualan pernak-pernik Imlek belum stabil. Bahkan, sejak dua tahun terakhir omzet dari penjualan keperluan perayaan hari raya tersebut cenderung menurun dikarenakan sepi pembeli.

"Kalau kemerosotan sekarang masih 50 persen. Tapi dibandingkan tahun lalu sampai 75 persen, paling tidak tahun ini ada naik sedikit walaupun masih jauh sebelum pandemi," katanya. 

Di toko yang dimiliki Lusia, tersedia banyak pilihan pernak-pernik Imlek yang menjadi favorit konsumen dan paling diburu, seperti angpau, dupa, dan lampion. Umumnya, pembeli memilih barang tersebut karena berkaitan erat dengan perayaan bersama.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Covid-19 di Palembang Naik, Dinkes: Mayoritas dari Luar Kota

57 tahun lalu

Rebutan Lahan Parkir, Preman Hampir Tewas di Belakang Mal Ternama di Palembang

57 tahun lalu

Begini Persiapan Festival Sungai Sekanak Lambidaro Palembang

57 tahun lalu

Suhu Udara di Palembang Naik, Ini Penjelasan BMKG

57 tahun lalu

Jenazah Ferman Saputra Diterbangkan ke Palembang, Keluarga: Katanya Mau Pulang Nanti Sincia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal