Presiden Haiti Dibunuh Tentara Bayaran yang Berbicara dengan Bahasa Inggris dan Spanyol

Anton Suhartono
Presiden Haiti Jovenel Moise dibunuh di rumahnya pada Rabu dini hari oleh sekelompok orang diduga tentara bayaran. (Foto: Ist)

Pemerintah mengumumkan keadaan darurat selama 2 pekan untuk memburu para pelaku yang digambarkan Edmond sebagai tentara bayaran asing dan terlatih.

Sementara itu Perdana Menteri Haiti sementara, Claude Joseph mengatakan, para pelaku berbicara dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Sementara mayoritas masyarakat Haiti menggunakan bahasa Prancis atau Kreol. "Saya menyerukan ketenangan. Semuanya terkendali. Tindakan barbar ini tidak akan dibiarkan begitu saja," kata Joseph. 

Ibu Negara Martine Moise diterbangkan ke Florida untuk menjalani perawatan, kondisinya stabil. Martine terluka parah karena juga terkena tembakan.

Presiden AS Joe Biden mengecam pembunuhan itu sebagai tindakan keji. Dia juga menyebut situasi di negara berjarak sekitar 1.125 kilometer dari Florida itu mengkhawatirkan.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Waspadai Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sumsel

57 tahun lalu

Bidik Tersangka Baru Korupsi Masjid Sriwijaya, Kejati Sumsel Intensif Periksa Saksi

57 tahun lalu

SMA-SMK di Seluruh Sumsel Batal Sekolah Tatap Muka

57 tahun lalu

Profil Presiden Haiti yang Tewas Dibunuh, Pengusaha Perkebunan Pisang yang Terjun ke Politik

57 tahun lalu

Presiden Haiti Dibunuh, Pelaku Mengaku Agen DEA Amerika Serikat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal