Petani di Sumsel Mulai Tinggalkan Karet, Pabrik Terpaksa Impor Bahan Baku dari Vietnam

Dede Febriansyah
Sebagian petani sudah mulai meninggal karet karena harganya tidak menarik. (Foto: Ilustrasi/Ist)

"Sebagian perusahaan terpaksa memutar otak, mulai dari mengimpor pasokan bahan baku dari luar negeri, efisiensi pabrik, hingga mengurangi jadwal kerja karyawan," kata Alex.

Untuk impor bokar, kata Alex, negara tidak melarang perusahaan pemilik pabrik karet melakukannya asalkan ketika diekspor sudah dalam bentuk karet spesifikasi teknis (TSR). Dengan kondisi tersebut dinilai masih sulit untuk bertahan. 

"Bisa dikatakan untungnya sangat tipis sekali. Tapi ini menjadi pilihan pengusaha demi menghindari kerugian yang lebih besar yakni pinalti atas kontrak kerja dari pihak pembeli lantaran tak mampu memenuhi kewajiban," katanya.

Dijelaskan Alex, jika ini terjadi maka dipastikan buyer (pembeli) akan berpindah ke perusahaan lain, yang mungkin ada di negara lain karena saat ini bukan Indonesia saja yang mengandalkan komoditas karet.

"Terkait ini, Gapkindo telah menyampaikan ke pemerintah untuk meminta solusi atas permasalahan ini demi menjaga keberlangsungan sektor perkebunan karet," katanya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Minyak Goreng Satu Harga Mulai Berlaku di Sumsel

57 tahun lalu

Usai Kawal Vaksin Covid-19, Mobil Ditlantas Polda Sumsel Terguling

57 tahun lalu

Palembang Terendam Banjir usai Hujan, Begini Saran DPRD Sumsel

57 tahun lalu

Seharga Rp8.300 per Kg, Bulog Beli 80.000 Ton Beras Petani Sumsel

57 tahun lalu

Kasus Kredit Modal Kerja, Kejati Segera Panggil Petinggi BPD di Sumsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal