Penyerapan APBN di Sumsel Melambat Dibandingkan Tahun Lalu

Antara
Penyerapan APBN di Sumsel hingga April 2022 disebut melambat dibandingkan periode tang sama tahun lalu. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Demikian pula dengan belanja TKDD, yang mana pada tahun ini, realisasi belanja transfer dari pemerintah pusat ini turun 1,52 persen atau Rp126,64 miliar. 

Turunnya realisasi dari pos DAK Fisik karena masih dalam tahapan pengadaan. Sementara dari Dana Desa juga masih dalam tahapan penetapan APBDes dan proses perekaman KPM.

Selanjutnya, isu strategis yang patut dicermati terkait realisasi penerimaan dan belanja APBN pada April 2022 yakni adanya larangan ekspor CPO yang efektif diberlakukan per 28 April 2022. 

Pelarangan ekspor ini, selain menurunkan penerimaan negara juga mengakibatkan penurunan harga TBS (Tandan Buah Segar) sampai dengan 50 persen di Sumatera Selatan. Ada perbedaan harga antara harga yang ditetapkan dengan harga yang berlaku di pasar. 

Menurut data Dinas Perkebunan, harga sawit umur 10 - 20 tahun turun senilai Rp3.639,64/Kg. Namun di lapangan turun jauh sampai dengan Rp1.500/Kg. 

Penurunan harga yang tajam tersebut dapat menyebabkan turunnya pendapatan yang diperoleh oleh petani sawit dan menyebabkan turunnya tingkat kesejahteraan petani sawit di Sumatera Selatan.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

9 Kecamatan di OKU Sumsel Berpotensi Banjir, Ini Daftarnya

57 tahun lalu

Hutan Lindung di OKU Selatan Sumsel Rusak, Penebangan Terus Terjadi

57 tahun lalu

Cuaca Sumsel 28 Mei, Sejumlah Daerah Hujan di Malam Hari

57 tahun lalu

Pemprov Sumsel Tingkatkan Anggaran untuk Memperbaiki Panti Asuhan

57 tahun lalu

Belasan Jemaah Haji OKU Sumsel Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal