"Orang tua pelaku juga membenarkan jika yang bersangkutan ada riwayat sakit jiwa dan memiliki suratnya juga," ucapnya.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, keterangan pelaku selama ini selalu berubah-ubah. Bahkan sempat mengatakan dirinya sebagai bagian jaringan teroris di Indonesia.
"Dari keterangan pelaku kebanyakan ngawur dan akan diperiksa kejiwaanya," ucapnya.