Penerjemah Biden pada 2008 Tertinggal di Afghanistan, Bagaimana Nasibnya?

Syarifudin
Mohammed bersama Joe Biden di suatu lembah di Afghanistan pada 2008 lalu. (Foto: Ist)

Setelah Taliban menguasai Afghanistan pada 15 Agustus, mereka mengungkapkan banyak janji untuk merehabilitasi citra mereka.

Taliban menjanjikan amnesti kepada pegawai pemerintah dan tentara serta berjanji melindungi hak-hak perempuan.

Aktivis dan jurnalis lokal, bagaimanapun, mengatakan kenyataan di lapangan sangat berbeda. Banyak laporan tentang penggeledahan rumah dan penangkapan orang-orang yang menurut janji Taliban tidak akan mereka balas.

Mohammed tidak menggunakan nama lengkapnya. Dia adalah penerjemah berusia 36 tahun untuk tentara AS pada 2008, ketika dua helikopter Black Hawk tentara AS melakukan pendaratan darurat di Afghanistan selama badai salju yang menyilaukan.

Helikopter itu membawa Senator Joe Biden, Senator Partai Demokrat John Kerry dan Senator Partai Republik Chuck Hagel.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Irjen Eko Indra Heri Resmi Tinggalkan Polda Sumsel

57 tahun lalu

Kapolri Pimpin Sertijab Kapolda Sumsel hingga Koorsahli

57 tahun lalu

Covid-19 Sumsel Naik Lagi, Kasus Positif Baru Kembali di Atas 100 Orang

57 tahun lalu

5 Berita Terpopuler Hari Ini: Fakta OTT KPK Bupati Probolinggo hingga Pasukan AS Tinggalkan Afghanistan

57 tahun lalu

Pesawat Terakhir AS Terbang dari Kabul, Afghanistan Merdeka Sepenuhnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal