Pencemaran Sungai Musi Semakin Parah, Ini Diduga Daftar Pemicunya

Antara
Sampah memenuhi pinggiran aliran Sungai Musi. (Foto: Antara)

Sementara Koordinator Telapak Sumatera Selatan Hariansyah Usman menambahkan tujuan penyusuran Sungai Musi yang dilakukan bersama tim peneliti ESN itu untuk melihat kadar polutan dan uji mikroplastik.

Menurut dia, selain air limbah dari berbagai kegiatan masyarakat, industri, perkebunan dan lainnya, pencemaran mikroplastik menjadi ancaman baru kelestarian ikan dan Sungai Musi.

Tingginya tingkat pencemaran bahan-bahan kimia pengganggu hormon memicu gangguan reproduksi ikan yang menurunkan populasi ikan dan punahnya ikan-ikan yang tidak toleran terhadap kadar polutan yang meningkat.

Dalam pengambilan sampel air di Sungai Musi, katanya, menunjukkan tingginya kadar logam berat mangan dan tembaga yang mencapai 0,2 PPM dan 0.06 PPM, padahal standarnya tidak boleh lebih dari 0,03 PPM.

"Kadar klorin dan phospat cukup tinggi, yaitu untuk klorin 0,16 MG/liter, seharusnya tidak boleh lebih dari 0,03 MG/liter sedangkan phospat juga tinggi mencapai 0.59 MG/L. Tingginya kadar klorin dan phospat sangat mempengaruhi sistem pernapasan ikan dan mempengaruhi pembentukan telur ikan," ujarnya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cuaca Sumsel Akhir Pekan: Palembang dan Sekitarnya Cerah Berawan 

57 tahun lalu

GSMP Ikut Berperan Turunkan Angka Kemiskinan Sumsel

57 tahun lalu

Strategi Dinkes Sumsel Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

57 tahun lalu

60 Persen Tanah Pemprov Sumsel Belum Bersertifikat

57 tahun lalu

11 Wilayah Sumsel Berpotensi Hujan, Ini Daftarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal