PALEMBANG, iNews.id- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumsel meningkatkan kewaspadaan terjadinya banjir karena memasuki musim hujan yang dipengaruhi fenomena La Nina. Palembang dikenal memiliki banyak titik rawan banjir atau genangan air hujan.
"Melihat fakta selalu terjadi banjir atau genangan air yang cukup tinggi di sejumlah kawasan permukiman penduduk dan jalan protokol ketika hujan lebat turun lebih dari dua jam, Pemkot Palembang diminta serius melakukan berbagai tindakan antisipasi banjir agar warga setempat terhindar dari bencana hidrometeorologi itu," kata Direktur Eksekutif Walhi Sumsel M. Hairul Sobri di Palembang, Kamis (29/10/2020).
Pengaruh La Nina dapat mendorong curah hujan bisa relatif lebih tinggi di daerah itu. Dalam sepekan terjadi beberapa kali hujan deras disertai angina dan petir mengakibatkan genangan atau banjir di beberapa titik. Antisipasi yang perlu menjadi perhatian pemkot adalah melakukan pembersihan saluran air dan sungai serta menghentikan penyimpangan tata ruang. Penyimpangan tata ruang yang disebabkan penimbunan rawa secara leluasa untuk kepentingan pembangunan hotel, mal, ruko, perumahan dan pembangunan lainnya harus dihentikan karena bisa menimbulkan bencana ekologi yang lebih parah.
Banjir yang melanda hampir semua kawasan permukiman dan menggenangi beberapa ruas jalan protokol Palembang, setelah turun hujan deras cukup lama, membuktikan program pengendalian banjir yang dilakukan pemkot dengan menghabiskan dana miliaran rupiah tidak berjalan sesuai harapan warga.
Sekarang ini sudah ada enam unit pompa di Sei Bendung dengan kapasitas 36.000 liter per meter kubik, namun ketika hujan deras yang mengguyur Kota Palembang sekitar dua jam, banjir masih saja terjadi.