"Mereka ini melakukan pemalakan secara berkelompok, dan saat kejadian pelaku ini bersama temannya FA yang masih dalam pengejaran anggota kita," jelasnya.
Kepada polisi, pelaku Ari mengakui perbuatannya kerap memalak sopir truk di lokasi kejadian bersama rekannya FA.
"Kami melakukan aksi itu berdua, tapi teman saya yang membawa sajam saya tidak," katanya.
Ia mengatakan bahwa dalam setiap melakukan pemalakan dirinya bersama FA selalu memulai pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB.
"Satu harinya bisa dua mobil truk kita lakukan pemalakan dan dikasih uang Rp50.000 untuk satu mobilnya," ujarnya.