Saat ini, kata dia, Dishut Sumsel fokus pada tiga aspek seiring status siaga satu. Pertama memastikan satuan pengendali kebakaran di perusahaan pemegang izin sudah menyiapkan regu, peralatan dan posko pada masing-masing wilayah.
Kedua, lanjut Syafrul, mengerahkan brigade pengendali karhutla di 14 Kesatuan Pengelola Hutan (KPH). Ini dilakukan agar mulai intensif menjaga kawasan hutan karena meningkatnya titik panas yang terpantau satelit, KPH juga diminta menerapkan manajemen pengaturan air jika TMA turun.
Lalu fokus ketiga menyiapkan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai regu bantuan untuk proses pemadaman, sebab berdasarkan kebanyakan kasus karhutla pada 2019, kebakaran di lahan masyarakat kerap merembet ke dalam lahan perusahaan.
"Kami mendorong perusahaan agar membuat MoU dengan pemilik lahan di perbatasan supaya sama-sama gotong royong mencegah kebakaran, serta gotong-royong ketika api sudah meluas," kata dia.