Melihat itu, Siti Fatimah yang begitu mencintai Tan Bun An juga terjun untuk menyusul. Namun sayang, Siti Fatimah juga tidak kunjung kembali. Kemudian di lokasi Tan Bun An dan Siti Fatimah terjun itu munculah pulau yang kemudian kini dikenal Pulau Kemaro.
Kemaro berasal dari kata kemarau yang berarti pulau tersebut tidak tenggelam saat Sungai Musi pasang. Banyak yang meyakini gundukan tanah di sekitar kelenteng makam keduanya.
Di Pulau Kemaro juga terdapat pohon yang menurut mitosnya itu pohon cinta. Siapa pun menuliskan namanya dan nama pasangannya, diyakini hubungannya akan langgeng. Masih banyak pengunjung yang meyakini mitos tersebut, bahkan ada yang segaja mencari jodoh dengan menuliskan nama orang yang disenanginya di pohon cinta itu.
Di sekitar pohon sudah dipasangi pagar dan pengumuman larangan membuat coretan. Karena warga sekitar risih dan tidak percaya dengan mitos pohon cinta dapat melanggengkan hubungan.
Namun begitu, tetap kembali pada setiap wisawatan yang datang, apakah percaya dengan pohon cinta?