Mitos Pohon Cinta di Pulau Kemaro Palembang, Destinasinya Para Bucin

berli
Pohon dalam mitos pohon cinta di Pulau Kemaro Palembang. (Foto: Isti)

Siti Fatimah disebutkan seorang perempuan yang menganut agama Islam sementara Tan Bun An berasal dari Tinghoa penganut Budha. Keduanya yang saling menyayangi dan memutuskan untuk hidup bersama pergi ke China untuk meminta restu kepada orang tua Tan Bun An. 

Singkat cerita, keduanya mendapatkan restu dan diberikan hadiah berupa tujuh guci besar berisikan perhiasan untuk dibawa kembali ke Palembang. Tiba di Sungai Musi, Tan Bun An mencoba membuka salah satu guci untuk memastikan isinya.

Alangkah terkejutnya, ternyata guci berisikan sawi yang sudah membusuk. Tan Bun An yang marah dan mungkin malu kepada Siti Fatimah langsung membuang guci-guci pemberian dari orang tuanya ke Sungai Musi. 

Satu per satu guci dilemparkan dan tenggelam ke dasar Sungai Musi. Namun guci keenam terjatuh dan pecah di dalam kapal, dan ternyata di bagian bawah sawi yang busuk terdapat perhiasan. 

Merasa bersalah, Tan Bun An tanpa pikir panjang menceburkan dirinya ke Sungai Musi untuk mengambil kembali enam guci yang sudah dibuang. Namun tidak kunjung kembali, sehingga disusul pengawalnya dan juga tidak kembali. 

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bos 10 Gudang Penimbunan BBM di Sumsel Tidak Ditangkap, Ternyata Ini Alasannya 

57 tahun lalu

Polda Sumsel Tangkap 26 Pengedar dan 7 Pemakai Narkoba

57 tahun lalu

Waspada, Palembang dan Beberapa Wilayah Sumsel Bakal Diguyur Hujan 

57 tahun lalu

10 Gudang Penampungan BBM Ilegal di Sumsel Disegel Polisi

57 tahun lalu

Cuaca Akhir Pekan: Pagi Sumsel Cerah Berawan, Siang - Malam Sebagian Wilayah Hujan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal