Mengenal Mahmoud Abbas, Pengganti Yasser Arafat yang Telah 17 Tahun Jadi Presiden Palestina

Esnoe Faqih Wardhana
17 tahun jadi Presiden Palestina, Mahmoud Abbas belum mampu wujudkan rekonsiliasi nasional. (Foto: Ist)

Pada tahun 2003, Abbas menjadi perdana menteri selama empat bulan sebelum ia mengundurkan diri di tengah perselisihan dengan Presiden Arafat saat itu karena perbedaan gagasan tentang perdamaian dengan Israel, serta Intifada Palestina kedua. 

Mustafa Barghouti, salah satu penentang Abbas dalam pemilihan presiden terakhir tahun 2005, menekankan selama kampanyenya bahwa Proses Oslo telah runtuh dan bahwa Palestina harus mengambil rute lain dengan Israel berdasarkan persatuan nasional, perlawanan rakyat dan berhenti percaya pada solusi politik melalui kesepakatan Oslo dengan Israel.

Barghouti percaya Oslo adalah jebakan politik dan itu melibatkan kesalahan besar, sementara tidak berisi pandangan yang jelas tentang resolusi akhir dan tidak mengakui negara Palestina. "Para politisi Palestina harus mengumumkan bahwa mereka melepaskan perjanjian itu dan menghentikan koordinasi keamanan dengan Israel," katanya. 

Selama masa kepresidenan Abbas, negosiasi dengan Israel menemui jalan buntu, membuat warga Palestina tidak dapat memperbaiki kondisi mereka. "Strategi Palestina harus didasarkan pada pendekatan perjuangan sebagai alternatif negosiasi yang terbukti tidak berhasil," kata Barghouti.

Beberapa pakar politik berpendapat bahwa tahun-tahun Abbas sebagai presiden juga menghasilkan komplikasi terkait dengan proses demokrasi, kebebasan publik, dan perlawanan bersenjata, serta konflik internal di dalam Fatah yang mengarah pada faksionalisme di partai. 

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pekan Pertama 2022, Polda Sumsel Tangkap 46 Pengedar Narkoba

57 tahun lalu

Peringatan Dini BMKG: Palembang dan Sebagian Besar Wilayah Sumsel Hujan

57 tahun lalu

Gubernur Sumsel Kembali Berduka, Mantan Wali Kota Palembang H Husni Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Perayaan Gerakan Pembebasan Nasional Palestina ke-57, Dubes Palestina Apresiasi Dukungan Indonesia

57 tahun lalu

Hamas Tangkap Pembunuh Insinyur Palestina, Tersangka Mengaku Direkrut Mossad

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal