Mengenal Mahmoud Abbas, Pengganti Yasser Arafat yang Telah 17 Tahun Jadi Presiden Palestina

Esnoe Faqih Wardhana
17 tahun jadi Presiden Palestina, Mahmoud Abbas belum mampu wujudkan rekonsiliasi nasional. (Foto: Ist)

"Sejak pemilihan terakhir tahun 2006, Abbas mengkonsolidasikan perpecahan politik baik dengan Hamas dan di dalam Fatah, dan setiap pidato tentang persatuan nasional telah menjadi fantasi," kata Sawaf kepada Anadolu Agency. 

Dia mengatakan Abbas mengendalikan Tepi Barat dengan pasukan keamanan yang agresif melawan oposisi, dengan penindasan ini mencapai puncaknya dengan petugas keamanan membunuh aktivis oposisi Nizar Banat pada Juni 2021.

"Dia seorang diktator, dan dia tidak percaya pada demokrasi dan pertukaran kekuasaan, dia tidak percaya pada pemilihan umum, dan tidak pernah serius tentang persatuan nasional," kata Sawaf. 

Pemilihan Palestina seharusnya diadakan pada tahun lalu, tetapi Abbas menundanya hingga tanggal yang tidak pasti. Sawaf menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri kebuntuan politik saat ini adalah melalui strategi politik yang signifikan yang mencakup semua faksi Palestina dan meninggalkan "Abbas di belakang mereka".

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pekan Pertama 2022, Polda Sumsel Tangkap 46 Pengedar Narkoba

57 tahun lalu

Peringatan Dini BMKG: Palembang dan Sebagian Besar Wilayah Sumsel Hujan

57 tahun lalu

Gubernur Sumsel Kembali Berduka, Mantan Wali Kota Palembang H Husni Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Perayaan Gerakan Pembebasan Nasional Palestina ke-57, Dubes Palestina Apresiasi Dukungan Indonesia

57 tahun lalu

Hamas Tangkap Pembunuh Insinyur Palestina, Tersangka Mengaku Direkrut Mossad

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal