Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pekan Pertama 2022, Polda Sumsel Tangkap 46 Pengedar Narkoba
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Mahmoud Abbas, Pengganti Yasser Arafat yang Telah 17 Tahun Jadi Presiden Palestina

Selasa, 11 Januari 2022 - 11:21:00 WIB
Mengenal Mahmoud Abbas, Pengganti Yasser Arafat yang Telah 17 Tahun Jadi Presiden Palestina
17 tahun jadi Presiden Palestina, Mahmoud Abbas belum mampu wujudkan rekonsiliasi nasional. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

TEPI BARAT, iNews.id - Pada Januari 2005, Mahmoud Abbas terpilih sebagai presiden Otoritas Palestina dengan mayoritas 62,52 persen untuk menggantikan mendiang Yasser Arafat. Tahun ini, Abbas memulai tahun ke-17 kepemimpinannya di tengah memudarnya prospek rekonsiliasi Palestina. 

Abbas lahir pada tahun 1935 di Safad, sebuah kota sekitar 210 kilometer (130 mil) utara Yerusalem, 13 tahun sebelum dia dan keluarganya, bersama dengan ratusan ribu orang Palestina lainnya, diusir secara paksa dari rumah dan tanah mereka dalam sebuah tragedi Palestina. disebut sebagai "Nakba," atau Malapetaka.

Sebagai akibat dari eksodus 1948, Abbas dan keluarganya pergi ke Suriah, di mana ia memulai kegiatan politiknya pada 1960-an, menghubungi gerakan Fatah yang baru lahir. Dia memegang beberapa posisi politik selama tahun 1970-an sampai dia menjadi pemimpin delegasi negosiasi rahasia pada tahun 1989 yang membentuk proses perdamaian dengan Israel dan mengoordinasikan negosiasi selama Konferensi Madrid 1991. 

"Abbas adalah pemain penting dalam Proyek Oslo, yang memberikan pengakuan pendudukan dan memberinya tempat dan otoritas atas Palestina, dan dia melanjutkan kebijakan ini hingga hari ini. Ini mencerminkan aktivitas pemukim tinggi dan koordinasi keamanan," kata warga Palestina yang juga analis politik, Mustafa Sawaf.

Melalui karirnya sebagai presiden, Abbas telah bekerja untuk memadamkan perlawanan bersenjata terhadap Israel di Tepi Barat dan menyatakan kesediaannya untuk solusi dua negara dengan Israel meskipun ditentang oleh faksi-faksi lain, terutama mereka yang terlibat dalam perlawanan bersenjata, seperti Hamas.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut